Tangis Pecah !! Suara Hati Seseorang Istri Kala Suami Ingin Menikah Lagi Kamu tak akan sangka

Tangis Pecah Suara Hati Seseorang Istri Kala Suami Ingin Menikah Lagi Kamu tak akan sangka  Merasa dunia akan roboh saat kau memohon izin kepadaku untuk menikah lagi. Memikirkan kau, suamiku tersayang, tengah membagi cinta, perhatian serta semua kesenangan duniawi yang lain dengan wanita lainnya, bukan sekedar menghadirkan pusing serta mual tetapi juga penyakit cemburu dan sakit hati yang mungkin saja tidak akan berkesudahan bagiku. Janganlah memprotes wahai suamiku, Bahkan juga istri-istri nabi yang muliapun, mereka tidak dapat menghindar dari kecemburuan. Semuanya karena cinta yang teramat begitu untukmu. 


Tangis Pecah !! Suara Hati Seseorang Istri Kala Suami Ingin Menikah Lagi Kamu tak akan sangka



Sesaat akupun buru- buru membuat koreksi kilat mengenai apakah yang kurang dari diriku, atau mengenai apakah yang sampai kini jadi kelemahanku sampai kini. Seolah semua daya usaha akan saya kerahkan saat mengerti jika fakta dimuka akan sesaat lagi sampai kepadaku. Serta akhir dari usaha itu ialah langkah yang saya fikir efisien untuk menghambat fakta takdir yang akan dikasihkan Allah untukku 

Pada akhirnya hari itupun hadir waktu saya mesti menyampaikan suatu jawaban untukmu. Ya Allah, wanita manakah yang ingin cintanya terdiri. Wanita manakah yang kuat lihat suaminya bermesraan serta bahagia bersama dengan suamiku..suamiku yang begitu saya sayangi. Ya Allah, bahkan juga bila fakta ini terbalik, serta dia ada pada posisiku, bisakah engkau wahai suamiku? 

Imanku menyampaikan saya dapat merelakanmu, akan tetapi kecemburuan serta perasaanku menutup hatiku untuk masih menyampaikan tidak, tidak serta tidak untukmu. Pernikahan kita ialah mengenai kita, kau serta saya, benar-benar tidak mengenai dia. Serta lantas bagaimana mungkin saja kau tega masukkan dia dalam kebahagiaan kita? Apa setelah itu kita akan bahagia, suamiku? 

Lagi, saya tidak dapat terlepas dari kodratku menjadi wanita yang sama dengan kecemburuan yang begitu menempel erat. Akan tetapi sekuat tenagaku saya coba tidak emosional. Susah.. meskipun semuanya begitu susah. 

Namun… pada akhirnya kecintaan Allah menyadarkanku. Tidakkah menikah ialah ladang amal bagiku untuk meraih surga?, walaupun lagi, Untuk Allah begitu susah merelakan sisi dari diriku tetap harus ku buat dengan orang yang lain. 

Namun… lagi, Bhs iman menggugah kesadaranku kembali. Sekejab kupalingkan egoku untuk menilainya maduku. Tidakkah kondisi ini dapat jadi masalah tidak cuma untukku serta suamiku, tetapi terpenting ialah baginya. Begitu kemungkinan sosial akan tiba padanya, cap buruk menjadi perebut suami orang akan dilekatkan padanya. MasyaAllah, begitu saya juga mungkin saja akan tidak mampu bila jadi pelakon cerita hidupnya. Tidakkah jodoh telah digariskan Allah atas semua manusia. Diapun tidak dapat pesan dari tempat mana jodohnya akan tiba. Akan tetapi saat jodohnya ialah suamiku sendiri, lantas apa saya mesti mempersalahkannya, yang bermakna juga mempersalahkan Allah sang maha pengontrol? 

Daripada saya jadi memperburuk kondisi ini dengan prasangka yang menghinakanku sendiri, lebih baik saya memperkuat hati untuk menolong memperkuat suamiku. Suamiku.. seorang yang sudah bertahun-tahun jadikan saya satu- satunya ratu di dalam hati serta tempat tinggalnya, memulyakanku dengan seluruh cinta serta kasih sayang, serta orang yang sangat memahami serta mencintaiku. Pantaskah bila pada akhirnya saya mennyebutnya menjadi pengkhianat atas kasih sayangku? pantaskah saya mengatakan orang yang tidak paham terima kasih atas semua pengorbanan serta kasih sayangnya? tidak, benar-benar tidak. Bahkan juga saya akan tidak ikhlas titel itu dijelaskan pada suamiku, bahkan juga oleh diri saya sendiri. 

Suatu semakin lebih bernilai saat hal tersebut sudah atau akan tinggalkan kita. Mudah-mudahan saat kau sudah dengannya, akan ada penghargaan lebih atas kebersamaan kita. Serta saya yakinkan kau akan tidak terasa dibiarkan olehku, karena saya tahu bebanmu akan merasa lebih berat nantinya, serta akan begitu susah bagimu untuk pilih. Karena itu saya tidak akan membawa engkau pada tempat pilih. Tangis Pecah !! Suara Hati Seseorang Istri Kala Suami Ingin Menikah Lagi Kamu tak akan sangka   Muslimahzone
Back To Top